Blue Bird vs Go-Jek siapa lebih bagus dan siapa yang jadi pemenangnya?

Foto ilustrasi Go-Jek dengan layanan Go-Ridenya menangkut penumpang wanita

Mungkin ini lebih ke ranah bisnis ya, tapi saya tertarik membahas dari sudut pandang saya pribadi. Ketika sedang membahas mengenai website dan aplikasi pun, saya sering mengambil contoh dari Blue Bird vs Go-Jek ini. Btw, iya, saya ini juga web developer, jadi ngelayani juga bikin-bikin website.

Lanjut.. Nah Blue Bird kalau menurut Rhenald Khasali di bukunya: Disruption, disebut sebagai incumbent alias pemain lama yang sudah kokoh dan besar di bidangnya. Tapi kalau sekarang kita boleh jujur pada diri sendiri, ketika sedang di mall dan di pintu masuk, atau di pintu keluar, banyak sekali orang yang menunggu taksi online seperti Go-Jek. Fenomena ini saya temui di kota Surabaya, banyak sekali!

Bagaimana dengan Blue Bird? Ada sih yang pake tapi rata-rata keluarga yang mapan banget atau yang sudah berumur. Saya sendiri dulu pelanggan Blue Bird ketika masih sakit, tapi segera beralih ke Go-Jek karena lebih murah dan lebih menyenangkan.

Saya jabarkan kelebihan dan kekurangan masing-masing:

Blue Bird
(+) sudah punya nama, kualitas banyak yang sudah merasakan
(+) armadanya banyak, cepat sampai kalau kita pesan
(-) sopirnya belum tentu tahu jalan
(-) sopirnya cenderung tua dan bau badan, alias tidak begitu terawat
(-) tarifnya mahal, sejak ada pembanding terlihat jauh lebih mahal
(-) hanya taksi online

Go-Jek
(+) murah, jauh dibandingkan taksi offline
(+) promo banyak dan dapat poin kalau pake Go-Pay
(+) mobil banyak dan bervariasi, tidak terlalu kentara kalau itu taksi
(+) lebih paham teknologi jadi kendala seperti tidak tahu jalan bisa diatasi dengan Google Map
(-) keamanan kadang kurang terjamin, banyak akun yang tidak sesuai
(-) sopirnya kadang tidak bisa dihubungi, nomor yang terdaftar tidak digunakan lagi

Kelebihan dan kekurangan yang saya tulis di atas, kebetulan berjumlah sama, walau Go-Jek lebih banyak nilai plusnya. Namun itulah yang ada di pikiran saya selaku konsumen. Itu baru dari sisi Go-Car nya saja.

Ada satu lagi kelebihan Go-Jek yang tidak bisa dikalahkan oleh Blue Bird saat ini, bahkan mungkin mengejarnya aja sudah ga sanggup: yakni Go-Food, Go-Pay dan lain-lain. Dengan kata lain kelebihan Go-Jek yang membuatnya menang telak dari Blue Bird ialah jaringannya atau bahasa yang lebih tepat apa ya saya lupa 😛

Sejatinya, kalau membandingkan siapa yang lebih bagus, agak kurang adil. Go-Jek pemain baru dibandingkan dengan Blue Bird, tentu saja kurang apple to apple. Tapi karena keduanya bergelut di bidang yang sama dan memang biasa dibandingkan, ya saya bandingkan. Dengan kata lain, Go-Jek masih bisa dimaklumi kalau masih ada beberapa sisi yang belum bagus, seperti keamanan misalnya. Tapi ini juga dipengaruhi oleh pemerintah Indonesia yang juga belum siap secara regulasi. Bahkan pesaingnya juga memiliki masalah yang sama, jika bermain di ranah yang sama: taksi online.

Foto ilustrasi GoFood
Go Food, langganan saya ketika perut lapar dan malas keluar

Kesimpulan

Siapa lebih bagus, dari sudut pandang saya pribadi dimenangkan oleh Go-Jek dengan layanan Go-Carnya. Meski saya beberapa kali menjumpai driver yang tidak sesuai dengan yang tercantum di aplikasi, namun belum pernah saya menemui tidak kejahatan. Tapi saya juga berani jamin meski taksi lain, belum tentu bisa sebagus Go-Jek sekarang.

Siapa pemenangnya, menurut saya sudah jelas sekali. Di bidang taksi, Blue Bird mencatatkan penghasilan terjun bebas dibanding sebelum Go-Jek masuk. Ini baru di bidang taksi, belum di bidang layanan antar barang dan makanan dan lain sebagainya. Go-Jek masih akan terus tumbuh, jadi saya yakin pemenangnya adalah Go-Jek.

Fenomena kehancuran incumbent ini, awalnya saya anggap adalah kebodohan dari birokrat tua dan gaptek. Tapi menurut Rhenald Khasali di bukunya, ada kemungkinan pihak incumbent, dalam hal ini Blue Bird, mengalami konflik internal. Antara anak muda yang penuh gairah berwawasan online melawan penatua yang sudah nyaman dalam kondisi ini selama bertahun-tahun.

Solusinya, mungkin Blue Bird bisa membuat divisi baru yang tidak berkaitan dengan taksinya, tapi juga menyasar taksi online. Apakah ini solusi bagi mereka, atau taruhan besar di meja kasino, mereka yang tahu 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *